Jubah Ikhwan Patayya Zipper | Hijau Lumut

Jubah ikhwan ini dibuat dari bahan kain patayya yang lumayan tebal dan sedikit kaku, memberikan kesan berisi bagi penggunanya sehingga sangat cocok bagi kita yang memiliki postur tubuh menengah kebawah alias sedang atau kurus.

Jubah ikhwan ini dilengkapi dengan saku disamping kanan dan kiri yang longgar, sehingga bisa digunakan untuk menaruh perbekalan kita seperti ponsel, buku, dll.




GAMBAR PRODUK






PILIHAN WARNA




Keterangan : gambar hanya sebagai ilustrasi, bisa jadi ada perbedaan warna, spesifikasi, dll yang disebabkan pada waktu pembuatan/penangkapan kamera








Keterangan produk :


- Bahan : Kain patayya 
- Model : Jubah Zipper
 - Ukuran : S / M / L / XL (lihat detail) 
- Harga : Rp.110.000,- 
- Warna : Hijau lumut
- Pemesanan dan Pertanyaan : 0819 4666 1212 
- Lain-lain : kami menerima pemesanan dengan ukuran konsumen/pribadi

Jubah Ikhwan Sanwosh Putih

Nah, ini dia jubah manis dengan harga ekonomis, terbuat dari bahan sanwosh dengan warna polos, tentunya jubah sanwosh ini sangat cocok untuk menemani aktivitas kita, mulai dari sholat, ta'lim, maupun ketika menghadiri acara-acara tertentu. Bagi temen-temen, yang belum memiliki jubah atau ingin punya jubah yang baru, buruan diorder, dijamin tidak bikin kantong bolong :D


GAMBAR PRODUK

JUBAH IKHWAN SANWOS


DETAIL


JUBAH IKHWAN SANWOS

Keterangan : gambar hanya sebagai ilustrasi, bisa jadi ada perbedaan warna, spesifikasi, dll yang disebabkan pada waktu pembuatan/penangkapan kamera





Keterangan produk :

- Bahan : Kain sandwosh
- Model : Kancing dada
- Ukuran : S / M / L / XL (lihat detail)
- Harga : Rp.69.000,-
- Warna : putih, biru dongker, hijau, krem, hitam, dll
- Pemesanan : 0819 4666 1212
- Cek Ongkos kirim
- Lain-lain : kami menerima pemesanan dengan ukuran konsumen/pribadi

Adab Berpakaian




Ad-D@usry yang mengusung moto " Solusi Busana Syar'i " berusaha memberikan solusi untuk selalu menghadirkan busana-busana yang berstandar syar'i, dan berusaha berkreasi dengan berbagai model, supaya kaum muslimin tetap selalu "PEDE" untuk berpenampilan dan berbusana sesuai syariat.

Berikut kami kutipkan sebuah karya tulis dari sebuah majalah islam, yang insyaAlloh sangat bermanfaat untuk kita tela'ah bersama, selamat menyimak :


Pakaian Anak Kita | www.asysyariah.com
(ditulis oleh: Al-Ustadzah Ummu ‘Abdirrahman bintu ‘Imran)


Rasa sayang orangtua memang bisa berbentuk apa saja. Termasuk dalam hal ini upaya “menjaga penampilan” anak. Namun sebatas apakah hal itu boleh dilakukan?

Anak-anak dengan kekhasan dunia mereka memang menarik untuk dicermati. Dunia anak bahkan tak luput menjadi ajang komoditi bagi para produsen. Tak lepas pula produsen pakaian. Berbagai macam mode dan gaya pakaian anak dilempar ke pasar, menarik minat orangtua untuk mendandani anak-anaknya dengan gaya terkini.

Namun teramat disayangkan, banyak orangtua dari kalangan muslimin yang masih terbawa arus ini, sehingga pakaian anak-anak mereka pun jauh dari tuntunan agama yang mulia ini.

Anak-anak perempuan muslimah keluar rumah tanpa menutup kepala dengan kerudung adalah pemandangan yang masih terlalu banyak kita saksikan. Andai kita tanyakan hal ini kepada orangtua mereka, meluncurlah berbagai alasan. Alasan si anak belum dewasa sehingga belum wajib menutup aurat, mungkin hanya satu di antara alasan yang ada. Yang lebih parah lagi, menganggap menutup aurat dan mengenakan pakaian yang diatur oleh syariat merupakan satu bentuk kemunduran.

Banyak anak perempuan yang “bergaya” dengan celana jins dan kemeja atau T-shirt, amat mirip gaya anak laki-laki. Ada yang sekadar mengenakan celana pendek dan baju kaos kala bermain bersama teman-temannya. Atau berbagai macam gaya lainnya seperti celana model stretch (ketat, yang mengecil ke bawah). Belum lagi kalau menghadiri acara khusus.

Anak laki-laki juga dengan gayanya tersendiri. Celana panjang melebihi mata kaki, celana pendek, menjadi pakaian keseharian. Ketika pesta, dasi pun kadang turut melengkapi penampilan.

Rupanya kita perlu menyadari lebih dalam, sebagai agama yang sempurna, Islam telah menerapkan berbagai aturan dalam setiap hal. Tak satu sisi kehidupan pun yang lepas dari aturan dan adab. Begitu pun dalam masalah pakaian, Islam memiliki berbagai aturan. Semua itu Allah l tetapkan semata-mata untuk kebaikan hamba-hamba-Nya.

Tidak dipungkiri, kewajiban-kewajiban syariat dibebankan bagi setiap muslim yang mukallaf; telah dewasa dan sempurna akalnya, sebagaimana sabda Rasulullah Shalallohu alaihi wassalam yang disampaikan oleh ‘Ali bin Abi Thalib Radhiyallohu anhu :

 رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلاَثَةٍ: عَنِ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ، وَعَنِ الصِّبْيَانِ حَتَّى يَحْتَلِمَ، وَعَنِ الْمَجْنُوْنِ حَتَّى يَعْقِل

 “Diangkat pena dari tiga golongan: orang yang tidur hingga dia terjaga, anak kecil hingga dia baligh, dan orang gila sampai kembali akalnya.” (HR. Abu Dawud no. 4403, dikatakan oleh Asy-Syaikh Al-Albani Rahimahulloh dalam Shahih Sunan Abi Dawud: shahih)

Namun penunaian syariat perlu pembiasaan sejak anak-anak belum beranjak dewasa. Hal ini agar mereka tidak merasakan syariat sebagai beban berat. Oleh karena itu, kita perlu mengajari mereka adab-adab berpakaian, sehingga pakaian yang sesuai dengan syariat beserta seluruh adabnya merupakan sesuatu yang telah menyatu dalam kehidupan mereka.

Hendaknya anak-anak diajari untuk memakai pakaian yang menutup auratnya dan tidak menampakkan lekuk badannya, karena mengenakan pakaian yang menampakkan aurat atau bentuk tubuh bisa menjadi pemicu terjadinya kejelekan dan kerusakan.

Sejak awal, anak-anak harus dibiasakan pula mengenakan pakaian sesuai jenisnya; anak laki-laki mengenakan pakaian laki-laki, anak perempuan mengenakan pakaian perempuan.

Tentang tasyabbuh ini, Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin Rahimahulloh mengatakan dalam fatwa beliau, “Tasyabbuh (penyerupaan) laki-laki dengan perempuan termasuk dosa besar. Demikian pula penyerupaan perempuan dengan laki-laki.
Dalilnya:
 “Rasulullah n melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.”1
Juga karena penyerupaan seperti ini akan merusak sunnah Allah l terhadap ciptaan-Nya, karena Allah l telah menciptakan kekhususan tersendiri bagi wanita dan kekhususan tersendiri pula bagi laki-laki. Jika wanita menyerupai laki-laki dan laki-laki menyerupai perempuan, tentu sunnah yang telah Allah k jadikan ini akan hilang dan sirna, sehingga terjadilah sesuatu yang bertentangan dengan penciptaan dan hikmah Allah k.” (Fatawa ‘Ulama Al-Balad Al-Haram, hal. 1761-1762)

Begitu pula, anak-anak tidak boleh dibiasakan memakai pakaian yang biasa dipakai orang-orang kafir atau orang-orang fasik. Jas model tuxedo (jas yang bagian belakangnya lebih panjang) misalnya, adalah pakaian yang biasa dipakai oleh orang kafir atau para pesulap. Begitu pula pakaian-pakaian yang membuka aurat sebagaimana jamak dipakai oleh wanita-wanita fasik.

Rasulullah n bersabda:

وَمَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk kaum tersebut.” (HR. Abu Dawud no. 4031, dikatakan oleh Asy-Syaikh Al-Albani t dalam Shahih Sunan Abi Dawud: hasan shahih)

Kita perlu memerhatikan pula agar anak laki-laki tidak mengenakan pakaian yang isbal2. Abu Hurairah z menyampaikan dari Rasulullah n:

مَا أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ مِنَ الْإِزَارِ فَفِي النَّارِ

“Bagian yang di bawah mata kaki dari sarung, tempatnya di neraka.” (HR. Al-Bukhari no. 5787)
Bukan berarti yang terlarang melebihi mata kaki hanyalah sarung, namun ini mutlak pada semua jenis pakaian. Demikian yang ditunjukkan oleh Al-Imam Al-Bukhari t dalam bab ( مَا أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ فَهُوَ فِي النَّارِ ) (Segala yang di bawah mata kaki tempatnya di neraka). (Fathul Bari, 10/316)

Dalam hadits dari Jabir bin Sulaim z, Rasulullah n bersabda:

وَارْفَعْ إِزَارَكَ إِلَى نِصْفِ السَّاقِ، فَإِنْ أَبَيْتَ فَإِلَى الْكَعْبَيْنِ، وَإِيَّاكَ وَإِسْبَالَ الْإِزَارِ فَإِنَّهَا مِنَ الْمَخِيْلَةِ، وَإِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ الْمَخِيْلَةَ

“Angkatlah sarungmu hingga setengah betis. Bila engkau enggan, maka hingga mata kaki. Jauhilah olehmu memanjangkan sarung hingga melebihi mata kaki, karena hal ini termasuk kesombongan, dan sesungguhnya Allah tidak menyukai kesombongan.” (HR. Abu Dawud no. 4084, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani t dalam Shahih Sunan Abi Dawud)

Hendaknya kita juga tidak memberikan pakaian dari bahan sutera pada anak laki-laki, karena haram bagi mereka mengenakannya, berdasarkan keumuman sabda Rasulullah n sebagaimana dinukilkan oleh Abu Musa Al-Asy’ari z:

حُرِّمَ لِبَاسُ الْحَرِيْرِ وَالذَّهَبِ عَلَى ذُكُوْرِ أُمَّتِي وَأُحِلَّ لِإِنَاثِهِمْ

“Diharamkan memakai sutera dan emas bagi kalangan laki-laki dari umatku dan dihalalkan bagi kalangan wanitanya.” (HR. At-Tirmidzi no. 1720, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani t dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi)

Bila keluar rumah, anak-anak perempuan dibiasakan memakai pakaian yang menutup auratnya, panjang dan lapang, disertai kerudung untuk menutup kepalanya. Memang, syariat ini mewajibkan anak perempuan untuk mengenakan jilbab ketika mereka telah mencapai usia baligh, sebagaimana berlakunya beban-beban syariat yang lain. Namun pembiasaan hal ini sebelum mereka mencapai usia baligh, akan memudahkan mereka melaksanakannya. Tidak selayaknya kita pakaikan mereka pakaian yang pendek dan ketat. Hal ini pernah dinasihatkan oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin t:

“Aku berpendapat, tidak pantas seseorang memakaikan anak perempuannya pakaian seperti ini (pakaian yang pendek, pen.) semasa kanak-kanak. Karena bila dia terbiasa, hal ini akan melekat dan dianggap remeh olehnya. Bila yang seperti ini menjadi kebiasaannya, keadaan ini akan terus terbawa hingga dia dewasa. Yang kunasihatkan kepada saudara-saudaraku kaum muslimah, hendaknya mereka tinggalkan busana wanita asing dari kalangan musuh-musuh agama ini, dan hendaknya membiasakan anak-anak perempuan mereka untuk mengenakan pakaian yang menutup aurat serta senantiasa merasa malu, karena malu itu termasuk keimanan.” (Fatawa Asy-Syaikh Muhammad Ash-Shalih Al-’Utsaimin, 2/845-846)

Yang banyak pula tersebar sekarang ini adalah pakaian dan aksesori anak-anak bergambar karakter atau tokoh-tokoh rekaan dari film kartun atau yang lainnya. Asy-Syaikh Al-’Utsaimin t mengatakan, “Tidak boleh seseorang mengenakan pakaian yang bergambar hewan atau manusia. Tidak boleh pula memakai qutrah, syimagh, atau yang semacamnya yang bergambar manusia, hewan, dan semacamnya. Karena Nabi n bersabda:

لاَ تَدْخُلُ الْمَلاَئِكَةُ بَيْتًا فِيْهِ صُوْرَةٌ

“Malaikat tidak akan masuk rumah yang di dalamnya ada gambar makhluk bernyawa.”3 (Fatawa ‘Ulama Al-Balad Al-Haram, hal. 1217-1218)

Beliau juga mengatakan, “Ahlul ilmi berpendapat, haram memakaikan anak-anak apa pun yang haram dipakai oleh orang dewasa. Pakaian yang bergambar haram dipakai oleh orang dewasa, maka haram pula dipakai oleh anak-anak. Yang semestinya dilakukan oleh kaum muslimin adalah mencegah masuknya pakaian atau sepatu seperti ini, sehingga orang-orang yang membawa kerusakan tidak dapat masuk pada kita melalui jalan ini. Jika dicegah, mereka akan terhalang untuk memasok ke negeri ini dan menjadikan perkara ini sebagai perkara yang dianggap gampang oleh penduduk negeri ini.” (Fatawa ‘Ulama Al-Balad Al-Haram, hal.1228)

Selain memerhatikan pakaiannya, tentu tak boleh kita lupakan adab yang lain; doa ketika mengenakan pakaian. Kita ajari anak, bila mengenakan pakaian hendaknya memuji Allah l. Diriwayatkan oleh Sahl bin Mu’adz bin Anas, dari ayahnya dari kakeknya, bahwa Rasulullah n bersabda:

وَمَنْ لَبِسَ ثَوْبًا فَقَالَ: الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِي كَسَانِي هَذَا الثَّوْبَ وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلاَ قُوَّةٍ، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa mengenakan pakaian, lalu berdoa: ‘Segala pujian hanya milik Allah yang telah memberiku pakaian ini dan merizkikannya kepadaku tanpa usaha dan kekuatan dari diriku’, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Abu Dawud no. 4023, dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani t dalam Shahih Sunan Abi Dawud)

Begitu pula jika anak memiliki pakaian baru, entah berupa baju, sarung, celana atau yang lainnya. Ketika mengenakannya, kita ajari pula anak untuk memuji Allah l. Demikian yang biasa dilakukan oleh Rasulullah n. Diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al-Khudri z:

كَانَ رَسُولُ اللهِ n إِذَا اسْتَجَدَّ ثَوْبًا سَمَّاهُ بِاسْمِهِ، إِمَّا قَمِيْصًا أَوْ عِمَامَةً، ثُمَّ يَقُوْلُ: اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ كَسَوْتَنِيْهِ، أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَا صُنِعَ لَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ

“Rasulullah n bila memakai pakaian baru berupa jenis pakaian apa saja, baik berupa gamis ataupun surban, beliau biasa mengucapkan, ‘Ya Allah, segala pujian hanyalah milik-Mu, Engkaulah yang memberiku pakaian ini, aku memohon kebaikan pakaian ini dan kebaikan tujuan dibuatnya pakaian ini, dan aku memohon perlindungan-Mu dari kejelekan pakaian ini dan kejelekan tujuan dibuatnya pakaian ini.” (HR. Abu Dawud no. 4020, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani t dalam Shahih Sunan Abi Dawud)

Inilah sebagian kecil di antara sekian banyak adab dan aturan berpakaian dalam syariat Islam. Sepantasnya semua ini diajarkan kepada anak-anak agar nampak pembeda antara kita dengan orang-orang kafir, serta agar tegak pada diri mereka syiar kaum muslimin.
Wallahu a’lamu bish-shawab.



1  HR. Al-Bukhari no. 5885
2 Isbal yaitu memanjangkan pakaian hingga melebihi mata kaki.
3  HR. Al-Bukhari no. 3226 dan Muslim 2106


Cara Pemesanan

Berikut cara pemesanan produk di Ad-D@usry | Solusi Busana Syar'i :

Pemesanan dapat dilakukan melalui
0819 4666 1212

0821 3666 1212
dengan format  bebas asalkan mudah dipahami.

Contoh format pemesanan :

Pesan<spasi>nama produk<spasi>warna<spasi>ukuran<spasi>jumlah<spasi>nama dan alamat lengkap anda

Pesan baju koko expo lengan pendek warna coklat ukuran M 5 pcs a.n. Abdulloh alamat Jl. Melati no.2 Dusun Kebun indah, Desa Dasri, Kecamatan Tegal sari, Kabupaten Banyuwangi

Tunggu Konfirmasi dari kami :

Pemesanan baju koko expo lengan pendek warna coklat ukuran M 5pcs x @Rp. 68.000,- = Rp.340.000,- Ongkos kirim via JNE (Tegalsari) Rp.10.000,- Total Rp.350.000,- (untuk mempermudah kami dalam pengecekan, sertakan dua digit nomor belakang hape anda, misalkan nomor hape anda 0819 4666 1212, maka total yang harus anda transfer adalah Rp.350.012,-)

Nomor rekening transfer Ad-D@usry | Solusi Busana Syar'i :

MANDIRI  : 143-00-1127711-6 a.n. ASTA HARIYANTO

BCA : 024 33 49149 a.n. ASTA HARIYANTO

BRI : 0021-01-006354-53-4 a.n. ASTA HARIYANTO

Setelah transfer kesalah satu rekening diatas, mohon memberitahu via sms ke 0819 4666 1212 atau 0821 3666 1212 dengan format :
Kami telah mentransfer Rp.350.012,- ke BCA untuk pemesanan a.n. Abdulloh, tolong dicek
Tunggu konfirmasi dari kami :
Transfer sebesar Rp.350.012,- sudah berhasil, perkiraan barang sampai hari senin-selasa tanggal 1-2 Januari 2000
Mohon menunggu, setelah barang anda terima mohon memberitahu dan jangan lupa saran dan masukannya.

Jazaakumullohu Khoiron